Selamat Datang di Blog Kobong Sastra Cipasung

Share |

Retno Iswandari

MERAH HIDUP DAN MERAH WAKTU
Kepada Iwan Simatupang

Merahnya merah
nyala hati dan darah
persetubuhan bintang dan telaga
daging basah dan cinta
ia menyeruak
menyiram buah para penyair
bulat tomat dan sipu-sipu apel
mawar yang dalam buat kekasih

Merah kelahiran tubuh
bernyanyi lewat paras muda,
merona-rona seperti anggur mabuk
dan malam yang tinggi menjerembabkannya
jauh ke dalam pipi tua
merah waktu
mungkin kau terjerembab di lobang itu
mendekap cepat pergi istrimu
dan lambat filsafat hidup

Merah pun membakari kayu
menyalakan tungku tua kesepianmu
yang tak lagi didengar siapa-siapa
tak ada ziarah kecuali kata
mereka membakar dirinya
seperti membakar waktu

Merah mengintai sepanjang mata
menggelandang di bawah kakimu
garis-garis tanah
seperti pahatan umur yang kaku
mereka terseret dan pulang
menjadi abu di lautan
tapi merahnya merah menunggu di balik pintuku
dicari-carinya sumbu
antara mata dan jantungku

2008
Prev Next Next
 

Copyright @ 2011 By. KSC